Minggu, 09 Juni 2024

KURIKULUM DAN PERUBAHANNYA

 


Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam dunia Pendidikan. Kurikulum digunaakan sebgai pedoman untuk mencapai tujuan Pendidikan. Menurut para ahli, kurikulum dapat diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan metode pendidikan yang diatur oleh suatu lembaga pendidikan.

Kurikulum di Indonesia telah melalui berbagai perkembangan, berikut beberapa fase perkembangan kurikulum di indonesia:

1. Rentjana Pelajaran (kurikulum 1947)

Kurikulum ini merupakan rancangan kurikulum pertama setelah indonesia Merdeka. Kurikulum ini menekankan pada pembentukan karakter manusia indonesia yang Merdeka dan sejajar dengan bangsa lain

2. Rentjana Pelajaran terurai (kurikulum 1952)

3. Rentjana Pendidikan (kurikulum 1964)

4. Kurikulum 1968

5. Kurikulum 1975

6. Kurikulum 1984

7. Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999

8. Kurikulum berbasis kompetensi 2004

9. Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) 2006

10. Kurikulum 2013 (K-13)

11. Kurikulum Merdeka

Mengapa kurikulum perlu diubah? Setiap perubahan kurikulum dirancang sesuai dengan kondisi yang terjadi pada masanya. Perkembangan zaman, teknologi, karakteristik manusia menjadi salah satu factor yang membuat kurikulum tidak dapat digunakan secara terus menerus. Selain itu, kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik agar dapat bersaing di masa depan.  

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya. Kurikulum bersifat dinamis dan menyesuaikan karakteristik peserta didik untuk mempersiapkannya di masa kini dan masa depan. Misalnya, beberapa tahun lalu buku merupakan sumber informasi utama yang dapat diakses peserta didik baik melalui perpustakaan atau toko buku. Namun, saat ini sumber informasi utama peserta didik lebih mudah dijangkau melalui internet bahkan banyak referensi dari seluruh dunia yang dapat diakses.

Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum harus senantiasa berubah dan berkembang menyesuaikan kebutuhan peserta didik, perkembangan teknologi, perubahan karakteristik lingkungan serta tuntutan-tuntutan yang mungkin akan dihadapi peserta didik di masa depan.


Minggu, 30 Juni 2013

Cavia cobaya


STRUKTUR TUBUH HEWAN
MAMALIA
(Cavia cobaya)




Kelompok 5
1.           Vega ...
2.          Mualimaturrohmah   (4401411097)
3.          Rizka Nugraheni         (4401411097)
4.          Safitri Ekayanti           (4401411097)
Description: D:\Kuliah\Semester 2\Struktur Tubuh Hewan\Gambar\Preparat Mamalia\Foto0570.jpg
5.          Nurul Ummi L             (4401411097)
6.          Arinta P...                     (4401411097)
7.          Susanti Dwi W            (4401411097)




Cavia cobaya



Kingdom            :       Animalia
Phylum               :       Chordata
Subphylum        :       Vertebrata
Kelas                    :       Mammalia
Subkelas             :       Placentalia
Ordo                    :       Rodentia
Subordo             :       Simplicidentata
Famili                   :       Caviidae
Genus                  :       Cavia
Spesies                :       Cavia cobaya





KARAKTERISTIK

Marmut digolongkan sebagai hewan pengerat yang memakan tumbuh-tumbuhan dan memiliki gigi pemotong seperti pahat yang berguna untuk memotong dan mengerat. Membrana nictitans terdapat pada sudut mata. Lubang telinga luar dilengkapi dengan daun telinga. Struktur kelenjar susu terletak di lipatan paha, alat-alat kelamin luar dan tungkai terdapat pada badannya. Tungkai depan berjari tiga dan tungkai belakang berjari empat. (Pratigno, 1982).
Cavia cobaya termasuk ordo Rodentia yang merupakan anggota mamalia yang bagian caecumnya berkembang lebih baik dari semua mamalia yang ada dalam satu spesies, jumlahnya kira-kira mencapai tiga ribu jenis. (Jasin, 1989).
Marmut termasuk mamalia, yaitu hewan yang memiliki kelenjar mamae untuk menyusui anaknya sebagai makanan pertama setelah mereka dilahirkan. Ciri lain yang khas dari mamalia adalah tubuhnya dilindungi oleh rambut, kulit mengandung bermacam-macam kelenjar, jari kaki mempunyai cakar, kuku, dan telapak. Kaki beradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali tanah, loncat. Marmut merupakan hewan berdarah panas. (Brotowidjoyo, 1993).



INSPECTIO





A.        Caput
1.         Rima oris
2.      Nares Anteriores
3.      Organon Visus
4.     Auriculae
5.      Porus Acusticus

A.   Cervix

B.   Truncus                       
1.               Thorax               
2.          Dorsum                    
3.            Papillae mamae          
4.           Abdomen                      
5.            Glutea                      
6.           Perineum                
7.            Anus                         
8.           Cauda
C.          Extremitas
1.             Cranialis
a.            brachium
b.           antibrachium
c.             Manus
d.           C. Pelvicus
2.          Caudalis
a.            Femur
b.           Crus
c.             Pes
                                


SECTIO
Description: D:\IMG0182A.jpg

SISTEM DIGESTORIUM
A.   Tractus digestivus
1.              Cavum nasi
2.           Pharynx
3.           Ventriculus
4.          Intestinum tenue
5.           Duodenum
6.          Caecum
7.           Intestinum crassum
8.          Rectum
9.          Anus

B.    Glandula digestivus
1.              Hepar
2.           Vesica fellea
3.           Pancreas
4.          Ductus choledochus
5.           Ductus hepaticus
6.          Ductus cysticus

SISTEM UROGENITAL
A.        ORGANA UROPUTICA
1.        Ren
a.      Cortex
b.    Medulla
c.       Pyramida malphigi
2.     Ureter
3.      Vesica urinaria
4.    Urethra


B.    ORGANA GENITALIA


1.        Feminine            
a.      Interna                  
1)       Ovarium                      
2)    Uterus                    
b.    Eksterna                          
1)       Vagina                          
2)    Vulva                            
3)    Labium majus      
4)   Labium minus                     
5)    Clitoris             
   2.  Masculine                      
         a.  Interna                     
               1)  Testis            
2)  Epydidimis
-  Caput
-  D. deferens
-  D. ejaculation
b.  Eksterna
1)  Penis
c.  Kelenjar (Glandula)
1)  G. prostat
2)  U. masculinus
3)  G. vesicalis
4)  G. seminalis
5)  G. bulbouretralis




















Keterangan:
A.  Uterus duplex
B.   Uterus bipartitus
C.   Uterus bicornis
D.  Uterus simplex
 















System Respirasi

-       Nares anterior
-       Cavum nasi (rongga hidung) kanan dan kiri
-       Nares posterior (lubang hidung)
-       Larinx (suatu rongga yang letaknya di belakang pharinx)
-       Trachea, terdapat cincin tulang rawan yang disebut annulus trachealis
-       Bronchus
Description: C:\Users\asus\Pictures\IMG0182A.jpg





System Cardiovascular (Sirkulasi Darah)
-       Sistem Sirkulasi terdiri dari jantung (Cor) dan pembuluh darah.
-       Jantung berbilik 4 : 2 atrium dan 2 ventrikel yang terpisah secara sempurna.
Description: C:\Users\asus\Pictures\Heart_labelled_large2.jpgDescription: C:\Users\asus\Pictures\heart3A.gif











Sistem Ekskresi
-       Ginjal berbentuk seperti biji kacang ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter.
-       Dari kandung kemih mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Mammalia dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata lain yang menggunakan kloaka.
-       Mammalia memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis.